Kelas Online Youtube Mastery

Kenapa Ruang Angkasa Sangat Gelap?

Comment
X
Share

Jika tak suka bangun pagi, mungkin kamu akan suka tinggal di Bulan atau ruang angkasa! Kalau kebutuhan menghirup oksigen bisa dikesampingkan, melihat langit malam selama 24 jam sepertinya menggoda! Tapi kenapa ada banyak cahaya di Bumi, tapi semuanya hilang begitu kita meninggalkan Bumi?

Mungkin kamu berpikir terang pada siang hari dan gelap pada malam hari disebabkan oleh rotasi Bumi dan Matahari hanya menyinari salah satu belahan bumi. Itu hanya salah satu faktor, tapi sebenarnya lebih rumit dari itu. Bintang kita juga menyinari Bulan, tapi langit di atas selalu tampak hitam!

URUTAN WAKTU:

Kenapa langit di atas Bulan selalu hitam? 0:26
Kenapa bintang lain tak bersinar terang pada malam hari? 2:11
saat memandang langit, kita sedang memandang ke masa lalu yang sangat jauh 🌟 4:42
Kenapa bintang yang tak terlalu jauh tidak bersinar seterang Matahari? 5:31
Dari mana Teori Ledakan Dahsyat berasal 8:07
Bagaimana kita bisa tahu area hitam ini ada 8:58

#ruang angkasa #planet-planet #sisiterang

RINGKASAN:

– Atmosfer kita penuh debu, kotoran, berbagai gas, dan tetesan air – yang semuanya bertindak seperti cermin kecil dan memantulkan cahaya matahari.

– Jika kamu berada di Bulan [BERLANGGANAN], di mana tak ada atmosfer, langit akan tampak hitam. Kamu akan bisa melihat bintang-bintang meski matahari sedang bersinar selama siang hari di Bulan.

– . Pada awal abad ke-19, seorang astronom Jerman, Wilhelm Olbers, menyatakan bahwa langit gelap pada malam hari disebabkan adanya tirai debu yang menyembunyikan sebagian besar bintang dari kita.

– Berkat teleskop kuat yang indah, kini kita tahu cahaya membutuhkan waktu miliaran tahun untuk sampai ke kita dari bintang-bintang terjauh.

– Teleskop modern dapat menunjukkan bahwa cahaya memulai perjalannya menuju Bumi sekitar 10 miliar tahun lalu.

– Tapi bukankah semua bintang jauh itu mengeluarkan setidaknya sedikit cahaya yang bisa dilihat dari Bumi? Itu sama seperti menyalakan ribuan lampu halogen. Lampu-lampu ini tak seterang satu lampu LED besar, tapi mengeluarkan sedikit cahayanya.

– Ruang angkasa mungkin kosong dibanding atmosfer Bumi, tapi ada banyak gas di luar sana, yang semuanya berputar, membentuk awan, dan bertindak seperti tirai yang menyembunyikan sebagian besar cahaya di Bima Sakti.

– Teori ini berpendapat alam semesta dilahirkan dari sebuah ledakan besar 13,8 miliar tahun lalu. Sejak saat itu, segala sesuatunya bergerak menjauh dari titik pusat ledakan itu.

– Sumber-sumber cahaya juga bergerak menjauh dan menyebar, yang berarti ruang angkasa makin gelap, dan jumlah area hitam bertambah.

– Para astronom berpikir, kebanyakan benda di alam semesta itu tak bisa dilihat, sehingga tampak seperti kekosongan hitam bagi mata manusia.

– Tapi jika ingat spektrum elektromagnetik dari sekolah dulu, kamu akan tahu bahwa cahaya kasatmata hanyalah sebagian kecil dari semua panjang gelombang dan frekuensi.

– Merah, biru, ungu, kuning – semua jenis warna, tergantung gas penyusunnya!

Berlangganan Sisi Terang https://www.youtube.com/channel/UCSg-Y9uI1E-my-I4WKKioEQ

Musik oleh Epidemic Sound https://www.epidemicsound.com/

Materi stok (foto, rekaman, dan lain-lain):

https://www.depositphotos.com
https://www.shutterstock.com
https://www.eastnews.ru, SISI TERANG, Bright Side Indonesia, planet-planet, bintang-bintang, fakta-fakta tentang ruang angkasa, sains seru, Bumi, Bulan, Matahari, astronomi, astronom, fakta-fakta tentang Alam Semesta, Angkasa Luar, galaksi, Tata Surya, Alam Semesta, astrofisika, cahaya matahari, kenapa ruang angkasa gelap, atmosfer Bumi, Thomas Digges, Wilhelm Olbers, teleskop, terangnya matahari, Bima Sakti, Ledakan Dahsyat

Leave a Reply

Your email address will not be published.